Sa'i adalah ibadah berlari-lari kecil sebanyak 7 kali antara dua bukit, yaitu Shafa dan Marwah. Ibadah ini mengingatkan kita pada perjuangan luar biasa Siti Hajar AS yang mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS.

Sejarah Sa'i

Ribuan tahun lalu, Nabi Ibrahim AS membawa istrinya Siti Hajar dan putranya yang masih bayi, Nabi Ismail AS, ke lembah Bakkah (sekarang Makkah) atas perintah Allah SWT. Lembah itu tandus, tidak ada air dan kehidupan.

Ketika persediaan air habis, Siti Hajar berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali untuk mencari air bagi bayinya yang menangis kehausan. Atas izin Allah, terpancarlah air zamzam dari kaki Nabi Ismail — keajaiban yang masih terjadi hingga hari ini.

Tata Cara Sa'i

  1. Mulai dari Bukit Shafa — Naik ke Shafa, menghadap Ka'bah, lalu berdoa.
  2. Berjalan menuju Marwah — Untuk laki-laki, lari kecil di antara dua tanda hijau (lampu hijau).
  3. Sampai di Marwah — Naik ke bukit, menghadap Ka'bah, berdoa. Ini dihitung 1 perjalanan.
  4. Kembali ke Shafa — Dihitung 2 perjalanan.
  5. Lakukan total 7 perjalanan — Berakhir di Marwah.

Doa di Bukit Shafa dan Marwah

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir."

Makna Spiritual Sa'i

Sa'i mengajarkan kita beberapa hikmah mendalam:

Adab Selama Sa'i

Penutup

Sa'i bukan sekadar berlari antara dua bukit. Ia adalah perjalanan jiwa yang menapaki jejak Siti Hajar — wanita mulia yang menjadi simbol kesabaran, ketabahan, dan tawakal kepada Allah SWT.